Resensi Buku

image

Jika kamu menyukai cerita dengan kengerian mengalir disetiap hurufnya serta perasaan takut yang jelas terasa dilembaran buku, novel Deadly Fear bisa masuk kedalam daftar buku yang harus kamu baca.

Buku ini karya Cynthia Eden, dan . Diterjemahkan dan diterbitkan oleh bukune. Menjadi salah satu nominasi RITA Award kategori novel romance suspense terbaik. Mengapa masuk kategori romance sedangkan diawal disebut bahwa rasa takut mendominasi hatimu saat membaca novel ini? karna memang Deadly Fear disisipi interakasi antara kedua tokoh utama yang terbilang sangat intim dan romantis. Malah untuk kamu yang berusia kurang dari 18 tahun, tidak disarankan membaca ini.

Tapi, selain penggambaran interaksi kedua tokoh utama yang cukup, mari kita sebut panas, novel ini bercerita tentang bagaimana seseorang bisa mengendalikanmu dengan menggunakan rasa takut yang kau miliki.

Agen Davenport, nona es yang bekerja pada SSD, suatu badan FBI sebagai seorang profiler harus turun menangani suatu pembunuhan berantai di kota kecil Jasper bersama rekan satu timnya Luke Dante. Berbeda dengan kasus-kasus yang berhasil ditangani Monica Davenport, Kali ini dirinya harus menghadapi mimpi terburuk yang pernah dialaminya yang mencoba mendobrak dinding pengendalian diri Nona Es, serta mengamankan hatinya dari sosok cinta masa lalu, si partner.

Bagaimana pembunuh ini membuat para korban untuk memohon agar mati. para gadis berusia awal duapuluhan yang lebih memilih mati dari pada terus-terus menghadapi ketakutan mereka menjadi kenyataan, dan selalu meninggalkan sebuah pesan pada calon korbannya,
Apa yang membuatmu takut?”
Yang dikirimkan pula pada Monica di motel yang dia tempati serta berdiri teramat dekat, bersembunyi tepat didepan mata. Mengirimkan pesan-pesan tertuju pada Monica.

Sampai akhirnya Sam, Agen FBI yang lain dalam SSD diculik dan membuat pembunuh itu mengetahui apa yang membuat Monica takut.

———–

Resensi ini sangat buruk, ku fikir malah membuat bukunya terlihat membosankan, maafkan ketidak mampuanku menggambarkan betapa menegangkannya buku ini, membuat rasa takutmu membelenggu tapi kamu menyukai rasa takut itu, sampai tak bisa berhenti membaca, ditambah korban-korbannya adalah gadis remaja, Terbayang jika aku pribadi yang menjadi korbannya, dibunuh perlahan, dipermainkan dengan rasa takut yang kau miliki.

Aku pikir, pelajaran penting yang aku dapat dari novel ini adalah, satu: tidak boleh menunjukan rasa takutmu pada satu hal kepada siapapun itu. Karna kita tak pernah benar-benar mengenal orang disekeliling kita, kita tak akan pernah mengenal pembunuh.

kedua, selalu menjadi orang dewasa yang mengerti dan mengawasi anak-anak kita. Karna seorang pembunuh berantai tidak begitu saja memiliki hasrat membunuh saat dia bangun tidur. Anak kecil yang memiliki pengalaman disiksa atau senang membelah dan membunuh hewan peliharaaanya memiliki kemungkinan lebih besar menjadi seorang psikopat dibandingkan anak yang tumbuh dari pelukan sebuah keluarga.

PS: novel ini aku pinjam dari perpustakaan provinsi Jabar, di Kawaluyaan, Jln. Soekarno Hatta

Semoga tulisan ini bermanfaat.
Inastaufiqah, 110814.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s