Bunga dan Cinta

                               

image

“Kenapa perasaan harus diibaratkan dengan bunga berwarna-warni? Memangnya tidak ada benda lain yang lebih indah apa?! Hewan kek, atau apapun itu, tapi gak usah bunga. Bah! Yang paling bikin aku gak habis fikir, cinta ibarat mawar pink, kematian sama dengan mawar hitam. Macam harimau saja, rusa adalah cemilan, sapi makanan utama. Bah!”

Surrealism adalah satu jenis cerita yang terlampau bermakna. Teramat bermakna sehingga penikmatnya akan tenggelam dalam kebingungan makna yang disuguhkan. Mencari makna sesungguhnya, menebak apa yang ingin disampaikan dari rangkaian peristiwa berjuta makna. Seperti halnya sekarang. Aku tenggelam pada susunan kata yang berputar-putar, dongeng yang semu. Bah!

“Ceritanya bagus ya, lucu.” Aku mendengar wanita disampingku membuka mulut menjijikannya. Sama menjijikkannya denganku.

“Memuakkan! Bah!” Aku mendelik “lucu dari bagian mananya?!
“Bunga itu menjijikan! Tak pantas dipersamakan dengan perasaan, dasar bodoh!”

                               ***

Orang-orang memanggilku Al, kependekan dari Alian Simorangkir. Pria paling tangguh dari tanah batak. Semua segan padaku, mereka memandangku sebagai anak orang kaya yang sempurna. Tidak ada wanita yang menolakku.

                                   ¤

Lian, Alian Simorangkir. Aku adalah aku. Wanita yang terjebak dalam tubuh laki-laki tampan. Aku takut pada bayanganku. Aku lembut. Aku cocok dengan hal-hal indah, seperti bunga dan cinta.

                               ***

“Betapa indahnya bunga.”

Aku seorang pecandu, candu raut bingung. Bagiku hiburan paling menarik adalah menonton orang-orang tenggelam. Kebingungan yang memenjarakan mereka. Aku sungguh menyukai bola mata yang bergerak tak fokus. Surrealism.

“Untukku, perasaan itu seindah bunga, indah. Sesedehana itu. Bukankah hidup tak perlu dibuat rumit? Perumpamaan terbentuk karna kelemahan manusia mencari makna suatu hal, penghargaan tertinggi akan makna sesungguhnya.”

                                 ¤

Aku tak gila, Aku normal.
Dunia yang gila, dunia yang tak normal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s