My Self

28 April

Aku ingat betul bagaimana satu hari itu terlewati. sedikit bersenang-senang, film, pertengkaran kecil, dan makanan enak. Tapi detail yang paling aku ingat adalah perjalanan pulang. Kira-kira jam 17.30 motor maticku melaju di jalan Soekarno Hatta. Faktanya saat-saat langit orange berarti jalanan macet dan sendirian. Dan jangan lupakan hari senin. Aku heran, mengapa hanya ada I hate Monday? Bukannya selasa juga harus melakukan kegiatan juga, memangnya atasan kerja hanya akan mengecek dihari senin dan sisa minggu dilewati bersantai ria? Oh come on! mengapa pula jalanan lebih macet, seperti semua orang tak ingin ketinggalan pesta ‘membuat jalanan padat di hari senin’. Sebenarnya aku tak peduli, tapi tak ada hal lain lagi yang bisa aku pikirkan, jadi apa boleh buat.. lupakanlah.

Tapi, aku memang hobi sekali memikirkan banyak hal saat dijalan, bodoh memang bukannya memperhatikan jalan dan keselamatan. Malah sering kali aku tak ingat bagaimana aku melewati satu daerah, tau-tau sudah sampai mana, dan serius aku tak ingat mobil mana yang aku selip atau laki-laki tampan di angkutan umum yang biasanya aku sempatkan untuk melirik. Serius, aku juga gak paham gimana bisa seperti itu.

Tapi lagi ya, hari itu aku ingat semua detailnya, memang sih awalnya  pikiranku seperti biasa berkeliaran memikirkan berbagai hal, dari memutar perisiwa tadi siang, mengingat paper yang sampai sekarang belum selesai, sampai hal konyol tentang cerita terakhir yang aku baca dan berimajinasi  bagaimana jika aku ada dalam situasi itu. Dan gara-gara mobil didepanku berhenti mendadak, perhatianku jadi berpindah pada jalanan, bukan lebih fokus tapi jadi memperhatikan pengendara motor lain.

Dan seharusnya aku focus saja dan tak peduli sekeliling, karna tingkahku malah membuatku merasa buruk. Yang aku perhatikan sedikti sekali pengendara motor wanita, ada mungkin 3 atau 5, aku lupa percisnya jumlah orangnya, tapi itu juga mereka memakai piyama tanpa helm, jelas bukan pakaian untuk rute perjalanan jauh.

 

Sungguh? Hanya aku saja yang masih berkeliaran? Kenapa hanya aku, kenpa aku sendirian, tidak ada yang sama, tidak ada oranglain yang membuatku merasa penting sampai harus ditemani kemana-mana. mungkin, aku yang memang bukan perempuan baik-baik karna 19.30 baru sampai dirumah. Bukan orang baik yang harus dijaga. Mungkin tidak ada orang yang cukup sudi bersikap baik.

Oke, Kemungkinan terakhir,

I’m bad girl ,

and

Bad people for bad girl. Its all.

One thought on “My Self

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s