Lay

Satu kali kamu bertemu seseorang yang rasanya hanya dengan menatapnya saja kamu tak perlu mentari. Terlebih saat kamu tau dia menjadikanmu pusat dunianya, berotasi mengelilimu. seperti kamu sudah berada disurga.

Bukankah perumpamaan itu berlebihan? analogi yang menjijikan? kitapun ingin mengerti mengapa kamu merasa bahwa kamu tak butuh mentari. bagaimana rasanya disurga. Sungguh ingin.

Tapi tidak, aku tak ingin merasa apa kamu rasa. nyatanya perasaan itu hanya ada dalam anganmu saja. semuanya semu semuanya hanya fatamorgana. seperti itu kan, hanya bayang-bayang saja. Sungguh!

laiknya memang roda berputar, seharusnya memang kita bangun saat sudah cukup berjalan dialam bawah sadar. gelombang alfa atau apapun itu. sudah cukup membuaimu dalam mimpi semu.

kamu, melangkahlah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s