Mengulang

“masih ingat aku?” kamu tiba-tiba saja seperti itu setelah kita hampir menghabiskan waktu seharian berkeliling kota. Kamu menelpon dan mengajakku bertemu. “Ingin jalan-jalan”. Kamu terus saja menggandeng tanganku, saat aku tanya ingin kemana, kamu hanya semakin mengeratkan genggamanmu. mengajakku tetap melangkah.

Aku tau ada sesuatu yang mengganggumu. ketika akhirnya aku menarikmu untuk duduk -entah dimana- kamu begitu saja bertanya hal bodoh. Tapi kamu hanya diam saja saat aku menjawab “Dan ya, aku lupa dengan siapa aku berjalan berputar-putar seharian ini”.

Kamu tersenyum, menarik wajahku dan tiba-tiba gerakan impulsifmu membuatku semakin heran. kamu memang terkadang berani menciumku dibibir seperti ini, ditempat umum. Tapi aku senang. rasanya aku mengenalmu kembali. Aku tersenyum dan mengatakan kamu adalah kekasihku.

Kamu tertawa. tawa mengejek. kamu bilang, kita tak seharusnya bersama. Aku tak mengenalmu. aku mengingatmu sebagai pribadi menyenangkan, tertawa pada situasi apapun.

Dan ya, aku setuju kita tak seharusnya bersama. aku tak mengenalmu, aku hanya tau apa yang kamu tunjukan padaku, aku tak pernah berusaha mencari tau. kamu mengajakku berjalan, berputar-putar, tentu saja untuk sekali lagi menunjukan siapa kamu. tapi aku begitu bodoh.

“Hallo, i’m Ivan, nice to meet u.”

                       End

handphone, 17.18
inastaufiqah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s