Nona

Aku mengenal seorang nona, cantik sekali, tapi bukan cantik yang biasa orang-orang bilang. Cantik seperti gurun sahara.

nona itu tak sungkan membuat orang tersesat, hilang arah karna tak kenal. Aku sesekali memang menangkap mata sendunya, dalam. Orang bilang dia baik hati, orang bilang dia ketus dan tak cocok dijadikan teman bicara, orang bilang dia tak mudah marah, tapi satu orang bilang tak mudah memaafkan.

Sekali lagi aku menangkap satu kilat dimata menawannya, aku tau orang pasti menafsirkan sebagai rasa marah, tapi aku paham kilat itu tak lebih dari rasa canggung yang membebaninya, aku paham satu saat kecanggungan muncul, dia kesulitan lepas dari kekikukan itu. rasa marah sekejap tertutupi rasa canggung setelahnya, mendiamkannya akan membuat orang mempunyai anggapan dia orang yang tak mudah memaafkan. Tapi, mereka jelas keliru. hanya kecanggungan, malu menyapa dan melempar senyum. bukan marah.

Orang akan tersesat dalam penilaian buruk, menyumpah dan mencemooh hal buruk. padahal subjek kutukan itu tak lebih dari gurun yang belum terjamah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s