Hanya Lelah, si

jam 7.57 sekolah, jam pelajaran kedua basa sunda

Seperti ini, ada teman yang bilang, dituntut itu rasa buah mengkudu. pahit kan? tapi obat ko. Ada juga yang bilang ingin dipahami adalah keinginan semua individu,  pun telah menjadi kodrat egoisme manusia. hal nya telah jadi bagian jika merasa paham tentang apa yang terlihat dan terfikir, tapi nyatanya  melenceng dan menubruk kenyataan tak terduga.

ini jelas bukan tentang tata bahasa sunda, atau paribasa dan paguneman atau nulis sajak. ini tentang pikitan ketika berjalan.

alat penyampaian diri, berpikir jika hal ini salah satu terapi. padahal stres itu samar dan tak pasti. laiknya bayang di malam hari, keresahan yang menyesatkan.

ketidakmampuan jadi alasan paling jitu. meminta sana sini tanpa pandang jiwa. pelit. jahat. tidak boleh dipinta lagi. begitu katanya, rasa suka jadi benteng keikhlasan. bersikap menyebalkan pun tak apa, asal senang.

                             ©
aku udah hilang mood ah, gegara tugas bikin sajak. tapi gini ya, pemahaman itu penting biar ga bikin orang kesel dan bersikap menyebalkan.  bertanya berulang-ulang. tapi aku pribadi sering bertanya tentang satu hal yang jawaban yang aku dapet ga sesuai dengan apa yang aku inginkan, itu tandanya udah tau jawabannya kan, atau aku tetap pada titik mencari pembelaan diri. menyebalkan. mungkin karna lelah tugas numpuk, semuanya terasa menyebalkan. maksud baik jadi buram,

Emang udah kodratnya, fisik lelah, pikiran jadi kacau, gabisa fokus. tapi, intinya, aku dengan masih mampu nulis, aku masih baik-baik aja. its oke. i’m fine.

inastaufiqah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s