Mindheart

Hati memang tak bisa diajak kompromi, kenapa hati? ada apa sampai kau memintaku memerintah mata untuk menangis?. jangan seperti ini..

Ish! jangan memelas seperti itu, oke oke, look. air mata sudah keluar, sekarang katakan.
Kau merindukannya? amat merindu?

Ya, sejak seminggu ini kalian tak berhubungan. jadi?

Ah! jangan meledekku! aku memang tak paham soal hati. fine, tell me, mengapa merindu?

Entahlah?! jawaban macam apa itu?! Menurutku, di dunia ini segala sesuatu memiliki sebab dan akibat. begitupun hal terabstrak sekalipun, macam perasaan. senang, sedih, suka, dan rindu. slalu memiliki alasan hadirnya rasa. Why?

Apa? itu tak masuk pemahamanku, sebagai akal yang realistis, hal itu tak bisa ku terima, saat dia mengingatmu dan merindukanmu, pun dengan begitusaja rindu akan hadir. puisi dari zaman apa pula itu? sekali lagi ya, semua hal di dunia harus mampu dibuktikan secara ilmiah. bukan berdasar puisi picisan menggelikan.

Baiklah baiklah, tapi jangan bertambah haru begitu, hanya karna sebuah lagu Loving You kau semakin menginginkannya. yang bahkan liriknya kau tak tau, hanya alunan nada biru kan.. hei! mengapa bersikeras membuat mata menangis, sudahlah sudah..

Oke, Fall For You? lagu ini aku ingat, kalian memiliki kenangan dengan lagu ini kan, memoriku tau betul lagu ini.

Aku memang penyimpan data yang hebat, tapi, bukankah sekarang kalian sudah akrab, ralat! amat sangat akrab. hanya jarak tubuh kalian yang jauh, bukankah pula kau selalu berkata kau dan hatinya dekat. benar? meskipun tak paham dibagian mana kalian dekat. Ah! berhenti, kau rumit.

Jelas sekali kau rumit, menyangkal pula, sampai aku saja bingung menjabarkanmu.

Iya iya, jadi aku harus berfikir apa? memerintah tubuh melakukan, apa? ayolah, sangat tidak mungkin aku meminta kaki berjalan, berlari, melangkah atau apalah gerakannya.

Jangan konyol, angin tak mampu membawa kita kesana.

Telepati? berkomunikasi lewat pikiran? melalui aku? jangan berkhayal! aku tak punya kemampuan seperti itu.. berhenti merengek untuk memanjangkan tangan dengan hanya memakan sebuah permen seperti iklan konyol! itu sangat tidak lucu!

Oke stop! biar aku yang memutuskan, sekarang kita tidur. waktu tak akan terasa lama, saat kita bangun esok hari, sesuai janjinya, dia akan datang kesisimu. Oke?

2 thoughts on “Mindheart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s