Sekolahku

Rabu, 25 September 2013

Ehm, maunya cerita tentang keseharian sekolahku, tapi bingung harus darimana aku memulai. Ah! aku selama hampir 6 tahun bersekolah ditempat yang sama, dari smp kelas 1 sampai sekarang sudah kelas 3 SMA. kebayangkan betapa bosannya.

Seringkali aku berfikir, mengapa tak pindah saja, toh kalau aku memaksakan akhirnya gak akan benar. tapi aku berfikir ulang tentang orangtua yang notabenenya, kita keluarga yang sederhana. Dengan niat, tidak membebani orangtua, aku bertahan sampai sekarang, tapii,

Sekarang aku sadar, tidak membebani orangtua saja tidak cukup untukku bisa tetap disini, ternyata memang aku merasa aman, disini aku dijamin jauh dari tawuran mengerikan, aksi jambak-jambakan dan sederet macam bullian lainnya. Aku juga memiliki adik kelas yang lucu-lucu menyebalkan tapi tetap menghormati kami sebagai kakak kelas, serta aturan sekolah yang tak seekstrim sekolah lain.

Meskipun begitu, sekolahku, terutama tingkat SMA, memiliki 40 mata pelajaran yang harus kami siswanya kuasai, dengan jam sekolah dari pukul 7 pagi hingga 16.40, kebayangkan melelahkannya, maka dari itu, aku secara pribadi cukup memiliki hubungan yang damai dengan teman sekelas, plus teman seangkatan, meskipun tidak terlalu dekat secara personal, tapi cukup membuat aku nyaman menghabiskan setengah hari disekolah. Terlebih kelasku dibuat senyaman mungkin, dengan ruangan luas, dispenser (apapun istilahnya), karpet, kesepakatan tak memakai sepatu. semuanya cukup membuat aku betah tinggal dirumah keduaku.

meskipun, aku terkadang jenuh dengan rutinitas ini, berangkat saat mentari masih malumalu, dan kembali dengan langit senja. Aku sering merasa lelah dengan setumpuk hal yang harus aku kuasai, 40 itu bukan jumlah yang sedikit. Aku dituntut harus paham matematika, harus tau sejarah indonesia, bisa mengetahui mana hadist yang palsu dan shohih, pun menafsirkan ayat alquran. betapa melelahkannya. Merasa kasihan pada otak dan fisikku yang dituntut selalu beraktifitas.

Tapi, egoku tak cukup kuat untuk mengalahkan masa depan yang diimpikan secerah warna biru di bunga iris di musim semi. aku yakin, apa yang aku alami sekarang mampu membawaku menjadi manusia yang sesungguhnya, yang mampu bersaing dengan arus menyebalkan.

Semoga saja memang seperti itu.

PS : semuanya indah, asalkan aku tak dituntut. kalaupun mau, buat hatiku ikhlas terlebih dahulu.

Entah, hanya tulisan absurd disela-sela jadwal. diketik dihp.

inastaufiqah.

3 thoughts on “Sekolahku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s