Latter

 

study

Entahlah, yang ada difikiranku hanya ini. Tak masalah jika ada yang bilang ini sama, toh aku tak merasa melakukan kesamaan dengan sengaja. Atau caraku ini kelewat pasaran? Masa bodoh!. Aku hanya ingin menulisnya begini,jangan salahkan aku dengan kemuakkanmu ketika membaca tulisan terburuk yang pernah kau lihat.

Apakah sebagai pembuka ini terlalu kasar? Maafkan aku,

Maafkan ketidaksopan tak menanyakan kabarmu atau sekedar berucap sapa. Aku berharap meskipun diawali kata tak sopan, kamu tak berfikir ini sebagai bentuk kemarahanku yang timbul karna perubahan.

Bukan. Jangan beranggapan seperti itu, sebaliknya aku hanya ingin kamu tau, bahwa aku tak marah. Ya walau aku akui tadinya aku marah, aku mengutukmu, terbersit untuk membencimu. Kamu yang berubah, kamu yang dengan seenaknya melepaskan genggamanku. Ingatkah? Kamu yang memintaku untuk berjanji selalu menggenggammu, jari kelingking kita yang terpaut, berkata kita akan selalu seperti ini. Kamu bilang, kita akan duduk bersebelahan dalam bis sampai perjalanan berakhir. Kamu bahkan memasangkan logam mulia terindah dijariku.

Semua kenangan kita yang memotivasiku untuk membencimu. Menyalahkanmu. Kamu yang selalu tersimpan disetiap bagian lobus otakku, bagian berwarna pink. Selalu menimbulkan reaksi pada saraf ketika kehadiranmu tertangkap indaraku. Sekarang, warna itu berubah jadi hitam, saraf itu semakin bereaksi, bereaksi menghindarimu. Begitu fikirku kala kau tak mengindahkan ucapanku.

Aku berkata, lihatlah aku tanpamu, kacau. Mengapa terjadi? Kurasa, kau yang membuatku tergantung padamu. Sekarang, saat kau melepasku begitu saja, hanya kekacauan yang tersisa.

Saat aku kehilangan sesuatu, alasan aku begitu ingin menemukannya kembali adalah karna disitu ada kamu. Sebenarnya itu. Dan aku marah dengan tanggapanmu, aku mengadu, dan kamu memarahiku. Kamu tidak seperti dulu. Kamu enggan berbagi rangkulan bersamaku. Kamu tak lagi sehangat dulu. Aku jelas kecewa. Berfikir bahwa aku tak lagi masuk daftar orang penting dihidupmu.

Sayangku,

Aku tak lagi menggilai Lee Hyuk Jae, dancer paling mengagumkan dari Super Junior. Aku tak ingin kamu cemburu kekasihku. Tapi maafkan aku tak bisa melepas kebiasaan itu. Kau dalam proses meninggalkan hal buruk itu. Tapi aku masih disini. Sendiri dan kebingungan. Tapi,

Aku tidak marah,

Setelah sumpah serapah itu, aku sungguh tak marah. Tidak apa-apa jika kamu ingin begini, tidak masalah kalau kamu maunya seperti ini. Tapi, aku mohon, jangan tinggalkan aku, cukup kamu tetap disini saja. Aku takan merengek minta dipeluk, aku janji akan bersikap baik dan tidak manja. Asal kamu jangan kemana-mana, ya? Disini saja, aku tidak akan menyusahkan ko,

Aku tidak jadi membencimu, kamu tetap pada warna pink. Dan kita kelak tetap akan tinggal satu rumah kan.

20 Juli, 2013

F

 

July, 2028

“Mom.. daddy having an affair, look what I found, love letter from a woman with the initials F.

Huh?! Mom had a love letter to?!. Are you getting a divorce?.

Mom, Mom, Why Laugh? Answer me.”

-END-

 

Ada yang ga ngerti?

Silahkan komen,

 

3 thoughts on “Latter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s